Iin Puspa
Mindset February 19th, 2008
Aktivitas akhir-akhir ini cukup padat. Terutama setelah Pak Eko Webmedia menawarkan pada kita untuk menangani kampung digital di kebun lada. Wah, teman-teman (diskusi wirausaha) yang biasa ngumpul di kebun lada semangat sekali menanggapi hal ini.
Wah, LoA (Law of Attraction) alias ‘the secret’ alias mestakung (semesta mendukung) alias quantum ikhlas alias semesta bertasbih dll nya ternyata jalan ya.
Kegiatan-kegiatan, rencana-rencana dan mimpi-mimpi kita sejalan dengan konsep kampung digital.
Ok lah.
Back to Iin Puspa…

Minggu-minggu terakhir ini kita selalu jalan lebih pagi untuk berburu property (weiss… di kampung digital kita juga diskusi tentang ‘4 Gunung Kekayaan’). Satu yang selalu membuat kita malu, Iin Puspa. Ya, Iin Puspa alias Inang-Inang Pusat Pasart. Luar biasa semangat mereka dalam berusaha. Pagi-pagi buta disaat kita masih terlelap mereka sudah mulai berdagang. Di diskusi kita kemarin, salah seorang teman menyampaikan kekagumannya terhadap Iin Puspa ini. Kita sepakat kita gak boleh kalah sama mereka dalam berusaha ditambah terus belajar. Zikir - Fikir - Ikhtiar.
Walaupun Iin Puspa bagi Bos-bos di Tramtib alias Polisi Pamong Praja alias Preman Berseragam merupakan musuh karena selalu memakai bahu jalan untuk berdagang (kalo ditelusuri inikan merupakan feedback dari leadership yang lemah dari ulil amri kita ya…???) tapi yang jelas mereka lebih bertanggung jawab kepada anak dan keluarga mereka untuk memberikan makanan yang halal bagi mereka.
Gerobak Pasir alias Gerombolan Batak Payah Diusir sering melekat pada mereka ternyata menyumbangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang cukup besar bagi pemerintah (aneh… dibenci tapi uangnya diperlukan juga).
Pokoke… Bravo Iin Puspa
Wass.
Tengku Ahmad ‘Wakbe’ Albar
Kampung Digital Kebun Lada