Take Action

Mindset, Olah Pikir 1 Comment »

Teringat kata2 mentor2 awak di Komunitas Tangan Diatas, “jika ingin sukses kita harus memberi dulu baru menerima”. Ini sejalan dengan apa yang diajarkan agama saya, Islam. Saat ini mungkin kita hanya bisa memberi tapi percayalah hasilnya pasti dahsyat.

Berpikir tentang Konsep dan Strategi Kampung Digital Kebun Lada…

Ini akan menjadi ledakan dahsyat bila kita benar2 memanfaatkan momentum ini. Tantangan dari PT Telkom Divre I Sumatera merupakan leverage bagi masyarakat di Kebun Lada dan sekitarnya.

Satu yang terus awak ingatkan ama teman2, bahwa konsep memang perlu tapi tindakan adalah segalanya. Seperti kata Pak Badroni Sang Jenderal TDA, No Action Nothing Happened, Take Action Miracle Happens.

Salah satu strategi kita adalah memanggil pulang orang2 pintar/potensial diluar sana yang dikerja paksa/romusha di perusahaan2 besar. Satu2 teman2 di luar mulai tertarik untuk pulkam alias pulang kampung. Dari jajaran IT yang telah mempertimbangkan untuk pulkam antara lain, Poetra (IT Practiosioner), Ari (Developer SUN Microsystem), Surya (IT Practiosioner).

Mari kita bangun sekaligus menjadi ‘kaya’ di kampung kita sendiri… Be digitized…

Wass,

Tengku Ahmad ‘Wakbe’ Albar

Kebun Lada Kampung Digital

NB.

Team pendaki gunung kekayaan angkatan I yang memutuskan untuk memulai mendaki lewat property mulai menunjukkan hasil. Insya Allah, 6 anggota team akan menembus Rp. 5 M pertama dalam 2 bulan mendatang.

Iin Puspa

Mindset No Comments »

Aktivitas akhir-akhir ini cukup padat. Terutama setelah Pak Eko Webmedia menawarkan pada kita untuk menangani kampung digital di kebun lada. Wah, teman-teman (diskusi wirausaha) yang biasa ngumpul di kebun lada semangat sekali menanggapi hal ini.

Wah, LoA (Law of Attraction) alias ‘the secret’ alias mestakung (semesta mendukung) alias quantum ikhlas alias semesta bertasbih dll nya ternyata jalan ya.

Kegiatan-kegiatan, rencana-rencana dan mimpi-mimpi kita sejalan dengan konsep kampung digital.

Ok lah.

Back to Iin Puspa…

Minggu-minggu terakhir ini kita selalu jalan lebih pagi untuk berburu property (weiss… di kampung digital kita juga diskusi tentang ‘4 Gunung Kekayaan’). Satu yang selalu membuat kita malu, Iin Puspa. Ya, Iin Puspa alias Inang-Inang Pusat Pasart. Luar biasa semangat mereka dalam berusaha. Pagi-pagi buta disaat kita masih terlelap mereka sudah mulai berdagang. Di diskusi kita kemarin, salah seorang teman menyampaikan kekagumannya terhadap Iin Puspa ini. Kita sepakat kita gak boleh kalah sama mereka dalam berusaha ditambah terus belajar. Zikir - Fikir - Ikhtiar.

Walaupun Iin Puspa bagi Bos-bos di Tramtib alias Polisi Pamong Praja alias Preman Berseragam merupakan musuh karena selalu memakai bahu jalan untuk berdagang (kalo ditelusuri inikan merupakan feedback dari leadership yang lemah dari ulil amri kita ya…???) tapi yang jelas mereka lebih bertanggung jawab kepada anak dan keluarga mereka untuk memberikan makanan yang halal bagi mereka.

Gerobak Pasir alias Gerombolan Batak Payah Diusir sering melekat pada mereka ternyata menyumbangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang cukup besar bagi pemerintah (aneh… dibenci tapi uangnya diperlukan juga).

Pokoke… Bravo Iin Puspa

Wass.

Tengku Ahmad ‘Wakbe’ Albar

Kampung Digital Kebun Lada


   Designed By:  WPTheme  |  Free Link Submission

Sponsored By:  web Directory  |  Bidding Directory WP